Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Inilah Kesaksianku

ReviewFeb 15, '08 4:34 AM
for everyone
Category:Other
Photobucket


......tentang teori foto story
by Feri Latief

Kemarin lusa saya berchating ria dengan teman saya yang kebetulan fotografer majalah khusus kaum pria . Lalu beliau pun mengundang saya untuk datang ke kantornya untuk minta masukan tentang rubrik baru yang ada di majalahnya yaitu rubrik foto esai, rubrik yang tak biasa untuk majalahnya. Beliau adalah penangung jawabnya. Ada pesan khusus darinya, "Silakan cacimaki kalo memang jelek".

Bingung juga saya diminta masukannya, padahal soal foto esai saya siapa sih?...lho kok bisa-bisanya beliau minta masukan pada saya? Padahal kurang apa teman saya ini, dia lulusan sekolah jurnalistik, pernah juga di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA memperdalam fotojurnalistik di gembleng sama "Pandhita Agung" Oscar Matuloh, dan setiap hari motret pula untuk majalahnya....weleh...weleh...angin apa yang membuat saya jadi referensi untuk kritik fotonya.

Tanggal 12 Feb saya datang ke kantornya di bilangan Kebayoran Baru...ehem...ehem...ada model cantik berseliweran, maklum majalah khusus pria. Lalu teman saya menunjukan 2 edisi majalah hasil jepretannya. Alamak! Benar bung...saya harus caci maki nih....hi...hi...hi....

Memang kelihatannya mudah membuat foto stroy, kenyataannya nggak gitu...ada ilmunya...ada kiat-kiatnya. Belum lagi peruntukannya untuk apa? Majalah atau koran? Tentu beda juga editingnya. Bagaimana layout fotonya agar ceritanya bisa mengalir dan dimengerti pembaca tentu beda antara majalah dan koran.

Oh ya, kolom foto esai majalah itu sebenarnya tentang Foto Story (saya nggak menggunakan istilah foto esai, tapi foto story), tepatnya Portrait Story. Sebuah foto story tentang seorang pria dengan keunikan yang dia miliki dalam keahlian tertentu atau bidang kerja tertentu.

Kritik pertama saya adalah mungkin karena beliau terlalu sering motret model sehingga hampir semua foto yang dihasilkan adalah sebenarnya portrait seperti bikin model sesion. Dia nggak berani ngambil foto dengan kroping dan angle ala jurnalis, yang terkesan seenaknya tapi tetap punya cerita yang kuat tentang subyeknya. Sosok subyeknya dimasukan utuh-utuh ke dalam frame seperti motret model. Nggak berani ambil resiko.... Beliau hampir kehilangan angle jurnalisnya...karena nggak pernah diasah lagi ketika "terpenjara" harus motret model setiap hari.

Kedua dia benar-benar lupa bahwa dalam foto story ada yang namanya foto pembuka dan foto penutup (Establish shoot dan Ending). Dulu waktu saya dapat kesempatan diajar sama instruktur-instruktur para fotojurnalis londo selama 6 bulan mengikuti World Press Photo Courses ada standar yang dipakai acuan (walaupun batasan fotojurnalis berkembang terus) untuk membuat foto story. Sedikitnya ada 5 atau 6 hal yang "harus" ada dalam foto story :


1. Foto Pembuka, foto pembuka ini punya peran untuk membuka jalan bagi para pembaca kira-kira foto ini bercerita tentang apa? Foto ini seperti gerbang yang membawa masuk pembaca ke dalam foto story itu. Pilihlah foto yang paling kuat yang mewakili isi cerita.

2. Foto Penutup, foto ini sebagai penutup cerita. Kecuali mau dibikin ngegantung...terserah...tapi tetap saja perlu foto penutup.

3. Portrait sang subyek (close shoot)

4. Environment shoot....lingkungan sekitarnya...untuk memberi gambaran hubungan subyek dengan lingkungannya (long shoot)

5. Detail-detail shoot...untuk menceritakan lebih dalam lagi tentang sang subyek, cincin yag digunakan, kalung...otot..sorot, mata, tato, poster bang haji rhoma irama di kamar, dll...(close shoot)

6. Relation ship, hubungan subyek dengan orang lain atau benda lain...bisa dengan orang tua, pacar, senjata api, dlll

Selebihnya bisa foto-foto yang lain. Asal sudah menggambarkan ke 5 atau 6 hal yang ada di atas sudah bisa membangun sebuah cerita.

Sebagai contoh lihat foto story di koran seperti KOMPAS dan TEMPO, biasanya menggunakan 5 atau 6 foto.Untuk majalah karena halamannya lebih banyak maka bisa digunakan 12 foto (seperti batas jumlah yang ditentukan oleh World Press Photo). Lebih dari itu boleh saja, contohnya National Geographic, laporan utamanya biasanya terdiri dari 20 foto makanya foto-fotonya lebih bercerita. Juga majalah STERN Jerman, bagus seperti Nat Geo malah kalau di suruh memilih antara foto story majalah TIME atau STERN saya akan memilih STERN.

Nah, foto strory teman saya masih didominasi oleh Portrait, seperti membuat foto seorang model. Maka ceritanya pun nangung...nggak jelas.

Kedua, karena itu maka dia kesulitan menentukan foto pembuka dan penutup. Contohnya lihat foto yang saya lampirkan di atas, cerita tentang seorang DJ tapi foto pembukanya tidak memberi info awal bahwa dia seorang DJ. Foto pembukanya kok sang DJ sedang baca koran? Sebenarnya dia membuat foto sang DJ ketika sedang beraksi di Turn Tablenya dan dikeliling oleh para wanita di tengah gemerlap lampu disco...nice shoot. Sayangnya dijadikan foto penutup. Saya bilang ke beliau, mungkin saya akan pilih foto ini jadi foto pembuka dan foto penutup (jika dia membuatnya) ketika sang DJ kembali ke apartemennya atau ke kamarnya sambil menggangeng seorang cewek....silakan pembaca menerka-nerka. Nggak perlu jelas ceweknya siapa...simbolik aja sekedar tangannya, pinggulnya, atau sepatu hak tingginya keitka melangkah ke kamar sang DJ....tahu dong kehidupan DJ banyak digemari wanita...hii....hi...hiiii

Ketiga, tidak banyak stock foto detail, environtment, relationship maka ketika dituangkan ke layout jadi monoton.

Keempat, dia memilih hanya foto-foto yang bagus saja...padahal dalam foto story kadang kita memerlukan foto yang mungkin secara teknis tidak bagus tapi memiliki informasi yang bagus, sehingga menjadi foto penyambung yang menghubungkan adegan satu dengan adegan yang lain. Foto story itu perlu rangkain cerita yang diwakili tiap fotonya. Dalam foto story yang beliau buat foto yang satu dengan yang lainnya suka nggak nyambung.

Kelima, tidak banyak fase kehiduapan sang subyek yg di shoot. Padahal saya bilang kepadanya foto sang DJ sedang mengelus anjing itu bagus....menggambarkan sisi lain diri sang DJ...juga yang sedang bermain bass. Memang bukan foto yang bagus secara teknis tapi punya tautan cerita yang kuat. Semakin banyak fase yang bisa didokumentasikan semakin kaya ceritanya, membuat foto storynya semakin bagus.

Beliau beralasan karena waktu yg diberikan boss hanya satu hari untuk memotretnya sehingga fase-fasenya sedikit. Dan cerita harus disusun berdasarkan kronologisnya makanya banyak foto yang ceritanya nggak nyambung. Saya membenarkan argumennya pertama, karena memang betul semakin lama kita membuang waktu bersama subyeknya semakin dalam kita mendapat cerita. Karena setiap orang punya kecenderungan "Jaga Image" kalau baru pertama kali bertemu, seperti kata Andi Warhol. Jadi agak repot kalau mau menggali sisi terdalamnya.

Tapi untuk argumen kedua saya nggak setuju, nggak penting kronologis kalau ingin menceritakan tentang sosok seseorang, inikan bukan soal jalannya peristiwa. Alur kronologis bisa dibolak-balik yang penting bisa menceritakan siapa sesungguhnya yang kita tampilkan itu.

Dia manggut-manngut membenarkan, dia bilang nanti beliau sendiri yang akan mengatur waktu untuk pendekatan kepada subyeknya bukan boss lagi yang menentukan. Untuk satu edisi ke depan saya janji akan membantu proses editing fotonya (dalam fotojurnalis yang disebut editing adalah proses foto pemilihan sampai final cutnya). Mana yang layak edit mana yang tidak...kropingnya sampai sejauhmana dsb...

Pertemuan diakhiri dengan seruputan kopi pahit dan beliau menghadiahkan 3 bundel edisi majalahnya kepada saya. Lumayan la yau......


PS.
- Nanti kita lihat edisi selanjutnya...lebih baik atau tidak....kalau malah tambah jelek...mati deh gue...hua...ha...haaa...gara-gara gue tuh konsultannya ....gedubrag!



77 Comments
rachmasafitri wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReview
TFS ya... baru tahu sekarang tentang 6 unsur foto story..
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
Yup...mau sharing pengetahuan aja Mbak Fitri....
abusyamil wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
mas feri terima kasih sekali atas sharingnya
kuntarini wrote on Feb 15, '08
Waah tengkyu tengkyu....

BTW foto2 itu bagus2 sih, seneng aja liat cow difoto dgn angle2 yg gak biasa, spt angle model :)
photographyku wrote on Feb 15, '08
TOP...
tfs OM :)
masopang wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
tob markotob sharingnya nih Bang..................... :-)
sheravim wrote on Feb 15, '08
8-> ah makasih untuk ilmunya, om Feri 8->
cessyphoto wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
bookmark ahh....
thank you ya :)
mbong wrote on Feb 15, '08
nah kek gini nih yg gw tunggu2 ...
tx bos sharing nya ...

*melengkapi pencerahan dari veronica*
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
mas feri terima kasih sekali atas sharingnya
Sama-sama mas
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
Waah tengkyu tengkyu....

BTW foto2 itu bagus2 sih, seneng aja liat cow difoto dgn angle2 yg gak biasa, spt angle model :)
He...he...Tari mau di foto ala model ya? Ayo saua fotoin...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
TOP...
tfs OM :)
TOP? hi...hi....hiiisal jangan Nurdin bin TOP aja..:P
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
tob markotob sharingnya nih Bang..................... :-)
Dipraktekin ya...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
8-> ah makasih untuk ilmunya, om Feri 8->
Kamu buat foto story ya jeng Jess...di upload di MP nanti aku kasih masukan
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
bookmark ahh....
thank you ya :)
Semoga bermanfaat mabk Cessy...
herisamany wrote on Feb 15, '08
trims, pak feri..
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
mbong said
nah kek gini nih yg gw tunggu2 ...
tx bos sharing nya ...

*melengkapi pencerahan dari veronica*
Veronica? Teman senagkatan di WPP Courses tuh...salam ya kalo ketemu lagi.
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
trims, pak feri..
Sama-sama mas Hery
cantigicientaku wrote on Feb 15, '08
wuaaa ilmu yang berguna.......makasih pak guru.....
aamii wrote on Feb 15, '08
eheeemmm.. jadi ngg salah donk abang jurnalis tadi ngundang bang Feri.. :-) cihuyy..
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
aamii said
eheeemmm.. jadi ngg salah donk abang jurnalis tadi ngundang bang Feri.. :-) cihuyy..
Salah dong...harusnya ngundang Oscar Matuloh....Eddy Hasby (www.eddyhasby.com)...atau Eric Prasetya...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
wuaaa ilmu yang berguna.......makasih pak guru.....
Sama-sama muridku...hua...ha...ha....haaa
annaan wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
makasih makasih berguna banget ini mas feri :)
semuayangkusuka wrote on Feb 15, '08
hmmm..asyik yaa, photo essay :)
jadi pengen bikin :) hehe
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
annaan said
makasih makasih berguna banget ini mas feri :)
Langsung praktekin ya....?
matakumatamu wrote on Feb 15, '08, edited on Feb 15, '08
hmmm..asyik yaa, photo essay :)
jadi pengen bikin :) hehe
Hayo bikin...geura...nanti di upload di MP...tapi sebelum itu bikin foto single shoot dulu yang banyak...biar setiap foto dalam foto storynya sangat kuat.
semuayangkusuka wrote on Feb 15, '08
Hayo bikin...geura...nanti di upload di MP...tapi sebelum itu bikin foto single shoot dulu yang banyak...biar setiap foto dalam foto storynya sangat kuat.
horeee, dapet ilmu baruu ;) hihi
makasih banyaaak yah :D
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
horeee, dapet ilmu baruu ;) hihi
makasih banyaaak yah :D
Sami-sami eneng mahasiswa gajah...eneng di SR kan?
sheravim wrote on Feb 15, '08
Kamu buat foto story ya jeng Jess...di upload di MP nanti aku kasih masukan
lg ga ada ide, om :|....foto essay ttg aku aja yah :D :D, sok narsis
desy1212 wrote on Feb 15, '08
hehehe makasih sharingnya ya mas... jadi tau ttg foto story
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
hehehe makasih sharingnya ya mas... jadi tau ttg foto story
Sam-sami...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
lg ga ada ide, om :|....foto essay ttg aku aja yah :D :D, sok narsis
Bisa juga kok foto story tentang diri kamu...bodypart...benda2 kesayangan...pacara...orang tua....musuh...
danikancil wrote on Feb 15, '08
dapet ilmu dari bang feri...Trima kasih sharing ilmunya bang...
soesyl wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
aduuh.. mas 'pelajarannya' TOP banget
cessyphoto wrote on Feb 15, '08
btw, apa beda photo essay dan photo story ?
merlitei wrote on Feb 15, '08
*gleg*

ilmu baru nih!!! sikaaaaaaaaaaatttt!!!
freezethejazz wrote on Feb 15, '08
sepertinya gelar 'pandhita agung' itu harus disematkan ke kak feril
ambarbriastuti wrote on Feb 15, '08
dalam foto story kadang kita memerlukan foto yang mungkin secara teknis tidak bagus tapi memiliki informasi yang bagus, sehingga menjadi foto penyambung
setuju fer, esai photo diatas basi banget. Kalau mau cerita soal Man and His Environment, yah tampilin dung dia kerja pake alat apa (koran *he he he*). Yang menjadi lem adalah essai itu sedang photo memberikan kesan kuat dan inspiratif, hal yang tak bisa terkatakan dalam skrip. Sip bos review-nya!
dotydr wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReview
Iya ya... kalo dilihat lama-lama emang seperti moto model ihihihi... terima kasih sharingnya kak
kardoun wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
kapan kita2 diajarin foto essay nich, bang? mengharap dgn sangat :p
indrapurnama wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
keren neh artikelnya.................
kapan keluar di NG .....................?
ngebor wrote on Feb 15, '08
ya walo poto esainya kurang bagus masak ya harus pake jempol kaki... hihi... ;))
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
dapet ilmu dari bang feri...Trima kasih sharing ilmunya bang...
Sama-sama Bang...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
soesyl said
aduuh.. mas 'pelajarannya' TOP banget
Bintang limanya itu deh yang nggak nahan...makasih ya.
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
btw, apa beda photo essay dan photo story ?
Cuman istilah aja mbak, saya lebih senang menggunakan istilah foto story WPP juga menggunakan istilah itu. Foto esai kesannya "berat"...he...he...he...
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
*gleg*

ilmu baru nih!!! sikaaaaaaaaaaatttt!!!
Sikat? Gigi kali di sikat...ha...ha...haa....
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
sepertinya gelar 'pandhita agung' itu harus disematkan ke kak feril
kalo saya "pandhita katrok!"...hi...hi...hiii
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
dotydr said
Iya ya... kalo dilihat lama-lama emang seperti moto model ihihihi... terima kasih sharingnya kak
Tuh kan...gw bilang juga apa....:D
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
kardoun said
kapan kita2 diajarin foto essay nich, bang? mengharap dgn sangat :p
Ayo bikin khusus sesion khusus photo story...saya ada tempat yang bagus untuk belajar..tentang penambangan batu dan pasir liar...dekat dari jakarta....jadi nggak repot2 banget.
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
keren neh artikelnya.................
kapan keluar di NG .....................?
Ini mah pengalaman pribadi...dan nggak layak masuk NG :p
matakumatamu wrote on Feb 15, '08
ngebor said
ya walo poto esainya kurang bagus masak ya harus pake jempol kaki... hihi... ;))
ha...ha...bukan begitu...ini halaman tengah majalah pas mau di foto selalu nutup lagi...susah...makanya diganjel jempol biar nggak bolak-balik nutup...
dekana wrote on Feb 15, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
Wah..tambah wawasan lagi nih....Thanks pak Feri atas info yang telah diberikan.Suatu pembelajaran di dunia Photography yang sangat berguna.....Silahkan mampir juga di MP saya......
puisisj wrote on Feb 16, '08
makasih mas feri... infonya bermanfaat banget....
hariwibowo wrote on Feb 17, '08
Bang Feri, terima kasih sharing ilmunya... sangat berguna nih..
adityarachman wrote on Feb 18, '08
Share ilmu yg berguna bgt nih om.. thx berats!
gbphotography wrote on Feb 18, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
hihihi ampun pak guru....
pandaimut wrote on Feb 18, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
Good work, Fer! Kapan motret untuk astro lagi? Ikut lagi dong.
pandaimut wrote on Feb 18, '08
Fer, itu sikil dipake ganjel majalah yah??? Huahaha
matakumatamu wrote on Feb 18, '08
yudhikuy wrote on Feb 19, '08
Jadi ga sabar mo cepet-cepet di praktekin
Ntar kalo udah, dikoreksi yah mas....
Muanthab tenan
matakumatamu wrote on Feb 19, '08
setuju fer, esai photo diatas basi banget. Kalau mau cerita soal Man and His Environment, yah tampilin dung dia kerja pake alat apa (koran *he he he*). Yang menjadi lem adalah essai itu sedang photo memberikan kesan kuat dan inspiratif, hal yang tak bisa terkatakan dalam skrip. Sip bos review-nya!
Itu saya ngutip juga dari "Pandhita Agung" Oscar Matuloh....ngopi mbak...ngopi....he...he
matakumatamu wrote on Feb 19, '08
hihihi ampun pak guru....
Praktekin yang baik ya muridku...
matakumatamu wrote on Feb 19, '08
Good work, Fer! Kapan motret untuk astro lagi? Ikut lagi dong.
Nanti gw kontak ya pas ada...
matakumatamu wrote on Feb 19, '08
Jadi ga sabar mo cepet-cepet di praktekin
Ntar kalo udah, dikoreksi yah mas....
Muanthab tenan
Siip...upload aja mas Yudhi.
ariesnawaty wrote on Feb 19, '08
nambah ilmu nih mas feri. makasih yoooo...
arterriimage wrote on Aug 15, '08
Salam kenal dah lama ngikutin jejak anda...hehehe
matakumatamu wrote on Aug 15, '08
Salam kenal dah lama ngikutin jejak anda...hehehe
Ngikutin ni yeee....salam kenal
ashepn wrote on Oct 8, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
Useful banget Kang Feri, klo blh nanya saat kita di daerah yg memiliki nilai interest tinggi, hal apa yang harus tercover dan ketika ga punya ide/konsep agar ada nilainya tidak hilang ketika meninggalkan daerah tersebut
matakumatamu wrote on Oct 8, '08
ashepn said
Useful banget Kang Feri, klo blh nanya saat kita di daerah yg memiliki nilai interest tinggi, hal apa yang harus tercover dan ketika ga punya ide/konsep agar ada nilainya tidak hilang ketika meninggalkan daerah tersebut
Sebelumnya harus diriset dulu apa yang unik atau sesuatu yang bisa dijadikan ikon dari daerah itu?
Kalau sudah di riset bikin workplannya...bikin prioritas dan skedule.

Catat detail even atau tempat yang mau di foto.

Cari waktu terbaiknya, sore atau pagi? Untuk event cari moment2 puncaknya.

Usahakan berfikir secara visual...begitu juga ketika hendak memotret obyek harus menarik secara visual...kalau tidak ya jangan dipaksakan..

Sementara cukup ya...
suarahujan wrote on Oct 18, '08
TFS mas..kebetulan saya lagi pengen moto dokternya anak2 saya. ada masukkan gak mas?
thks before..:)
matakumatamu wrote on Oct 18, '08
TFS mas..kebetulan saya lagi pengen moto dokternya anak2 saya. ada masukkan gak mas?
thks before..:)
Coba gooling di internet foto esai karyanya W. Eugene Smith, tentang "Country Doctor". Pelajari pendekatannya dan sekuen yang dia buat.

Eugene Smith itu bapak Esai Foto, dia yang mengembangkan esai foto. Banyak karyanya dibuat untuk majalah legendaris Life.
dedy69 wrote on Oct 20, '08
Bagus, tulisannya Bang Fer...tinggal diimplementasikan oleh saya. thanks
keritingedan wrote on Dec 7, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
Salam mas Ferr..Terima kasih atas formulasi teori photo story-nya..
Yang terkadang menjadi pertanyaan saya, adakah teori tambahan untuk proses editingnya?Seperti untuk merumuskan foto pembuka dan/atau penutupnya. Lalu apakah pengambilan konsep story harus sesuatu yang unik dari sudut pandang pemirsa tertentu saja?Kira2 bagaimana mengembangkan konsep yang sederhana menjadi lebih baik (juga secara visual), dan apakah sangat mungkin sebuah konsep di reject bila tdk memenuhinya.
Terima kasih mas..
aganharahap wrote on Oct 2, '09
hehehe balky...
051503 wrote on Apr 8, '10
trimakasih bnyak, artikelnya sangat membantu , dan kebetulan rencana tugas akhir saya tentang foto essay, trimaksih Om ud sharing,pahalanya gede si Om ini, thanks
daniartana wrote on Sep 17, '11
Wah, tulisanya sangat mencerahkan....thanks Om!
Salam kenal
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars